Buton Pesan 1.000 Unit Rapid Test, Saat Ini Masih Tertahan di Jakarta

Pemerintah Daerah Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara melalui Dinas Kesehatan sudah melakukan pemesanan 1.000 lebih Rapid Test dan 100 Alat Pelindung Diri (APD) untuk memaksimalkan pencegahan Virus Corona (COVID-19) di bumi penghasil aspal ini.

Editor: Syahrin

BUTON,- Pemerintah Daerah Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara melalui Dinas Kesehatan sudah melakukan pemesanan 1.000 unit lebih Rapid Test dan 100 Alat Pelindung Diri (APD) untuk memaksimalkan pencegahan Virus Corona (COVID-19) di bumi penghasil aspal ini.  

Hanya saja, alat Rapid Test dan APD yang dipesan dari Jakarta ini belum tiba di Kabupaten Buton. Semula direncanakan akan tiba pada 27 April 2020 menggunakan Kapal Pelni. Namun karena kapal Pelni yang digunakan untuk mengirim alat ini sementara menjalani karantina ditengah laut di Tanjung Priok selama dua minggu, setelah ditemukan adanya Anak Buah Kapal (ABK) positif COVID-19. 

"Awalnya peralatan rapid test dan APD tersebut akan tiba pada tanggal 27 kemarin di Kabupaten Buton dengan menggunakan Kapal Pelni Kerinci tapi karena berhubung ada salah seorang anak buah kapal kerinci positif COVID-19, maka Kapal Kerinci tersebut dikarantina selama dua Minggu," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Buton, Wa Ode Kiana Fardiah, saat menghadiri rapat bersama Forkopimda di Aula Kantor Bupati Buton, Kamis (30/4/2020). 

Baca Juga: Lagi, Bupati Buton Serahkan Bantuan ke Warganya

Masih kata dia, Rapid Test dan APD ini akan dikirim pada Jumat (1/5/2020) dari Jakarta. Diperkirakan tiba di Buton pada 4 Mei 2020. Lanjut dia, alat ini tidak bisa dikirim menggunakan pesawat, lantaran seiring adanya kebijakan Pemerintah menghentikan penerbangan hingga 1 Juni 2020 guna mencegah penyebaran Virus Corona. 

Baca Juga: Pintu Masuk Buton Dijaga Polisi dan TNI, Warga yang Melintas Wajib Tes Suhu Tubuh

Ia menjelaskan seribu lebih Rapid Test ini akan dipakai untuk mengurangi kecemasan masyarakat Kabupaten Buton. Termasuk digunakan untuk mendeteksi masyarakat yang memiliki gejala Corona dan masyarakat  pendatang yang baru saja pulang dari luar daerah. 

Ia menambahkan sebelumnya Dinas Kesehatan Buton mendapatkan alat Rapid Test dari Pemerintah Provinsi sebanyak 70 unit. 25 unit didistribusikan di rumah sakit dan 45 ada di Dinas Kesehatan. Adapun yang di Rapid Test adalah Orang dalam pemantauan (ODP), orang tanpa gejala (OTG) dan sebagian ODP di masing-masing Kecamatan. 

Baca Juga: Pembayaran Zakat Fitrah Dipercepat Tapi Mengikuti Protap Covid-19

Ia berharap dengan adanya penambahan rapid test dan  APD tersebut bisa menambah peralatan medis dalam melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat yang hendak masuk dalam wilayah Kabupaten Buton.

Ditempat yang sama, Kapolres Buton AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga berharap agar masyarakat pendatang dari luar daerah yang hendak masuk di Kabupaten Buton terlebih dahulu dilakukan Rapid Test. 

"Itu adalah cara yang paling efektif untuk mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Buton, maka dari itu rapit test harus diperbanyak," ucapnya kepada Bupati Buton dan Tim Gugus Tugas Pencegahan COVID-19 Kabupaten Buton. 

Penulis : Rusli La Isi

Editor : Rin 

Baca Juga

Artikel Terbaru